Memori di Boot cham WUBI 3
MEMORI DI BOOT CAMP WUBI 3
Info WUBI 3 ini saya peroleh dari beberapa grup UKM, bahwasannya sedang mencari kandidat untuk dididik menjadi wira usaha unggulan yang berkembang sampai go internasional. Berita ini membuat rasa penasaran, apa sih keunggulan WUBI 3 ini dibanding dengan kegiatan dari dinas-dinas pada ummnya, kemudian saya mendaftar pada link yang sudah tersedia.
Beberapa hari kemudian, saya mendapat info lewat email, bahwasannya saya lulus seleksi berkas, kemudian akan diadakan undangan sesi wawancara. Pada sesi ini kami calon WUBI 3 harus mempersiapkan business planning. Dimana pada tahap ini yang ada dibenak saya adalah, ingin memecahkan permasalahan yang saya hadapi selama ini dalam bisnis, yaitu memperbaiki sistem dikarenakan saya sering mengalami tantangan demi tantangan.
Mulai dari tantangan produksi yaitu ketersediaan produk, membalas chat pelanggan dan calon pelanggan, kemudian memikirkan postingan setiap hari untuk meningkatkan penjualan. Hal ini saya tuangkan dalam business plan yang saya buat dan yang lebih dahsyat lagi, saya ingin omset saya satu milyar per bulan.
Pada saat sesi wawancara, saya lempar target itu kepada coach Yudi, saya katakan “saya tertarik ikut WUBI 3 ini salah satunya berharap omset saya jadi satu milyar per bulan”. Setelah beberapa hari kemudian saya mendapat email lagi, yang isinya saya lulus wawancara yang selanjutnya proses survey ke tempat produksi. Berselang beberapa hari saya kedatangan dari pihak coach yaitu coach yudi bersama staff dari Bank Indonesia mbak Hany, terjadi lagi sesi wawancara.
Berselang beberapa hari kemudian, saya mendapat telepon bahwasannya saya lulus tes secara keseluruhan dan akan dikirimkan jadwal bootcamp di berastagi, namun waktunya belum diketahui. Sebelum keberangkatan kami yang lulus seleksi di panggil untuk datang ke kantor BI untuk membuat surat pernyataan yang isinya mengenai keseriusan kami untuk mengikuti seluruh proses pendampingan dan bootcam sampai selesai.
Berselang beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 22 September 2019 kami berangkat menuju Berastagi, setibanya disana saya dapat satu kamar dengan bang sapril yang mempunyai produk Keripik Biduan. Hari pertama dimulai kami makan siang bersama, dihari ini kami mulai saling mengenal satu sama lain, pertanyaan yang gak pernah terlewatkan adalah “produk kamu apa?” karena kami pasti punya produk namanya juga pengusaha (he he he).
Alhamdulillah walaupun di hotel tidak ada masjidnya, namun kami selalu melaksanakan shalat berjemaah, shalat lima waktu berjemaah tidak ketinggalan juga si solihin yang sudah saya kenal sebelum wubi 3, dia pun selalu mengetuk pintu kamar kami demi untuk bisa shalaat berjemaah.
Hari kedua dimulai, nah dihari kedua ini yang pertama kali yang diajarkan oleh coach Marioto adalah maindset, dimana sebagai seorang pengusaha bukan hanya pencapaian target saja yang harus terpola, maindset juga harus dipola yakni dengan pola dasarnya adalah positif thinking dan positif feeling. Hal inilah yang akan membentuk kita kedepannya, merupakan pondasi bisnis yang kuat.
Hari ketiga, materi selanjutnya yaitu kami disuguhi dengan beberapa permainan. Dimana permainan tersebut bukan sekedar permainan, namun disitu ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil yakni mengenai kesabaran, teamwork, kejujuran dan kedisiplinan.
Tak lupa juga saya ceritakan disini hari kedua yang paling seru, yakni kami diperintahkan untuk turun kepasar tanpa membawa bekal berupa uang sepeserpun dan handphone juga, kebetulan saya masuk dalam kelompok satu yang bernama kelompok wahid yang berisikan 6 orang, untuk menuju ke pasar kami menumpang mobil pick up yang tak satupun kami yang mengenali si abang supir, Alhamdulillah kami mendapat tumpangan gratis. Bersambung,,,,,,,he he he,,,,

Komentar
Posting Komentar