Sejarah Berdirinya QOQOM PANCAKE DURIAN




Awal berdirinya  QOQOM PANCAKE DURIAN

Berawal pada Juni 2016, saya sutiawan yang bermula pada saat itu menerima surat mutasi dari kantor, surat itu adalah MUTASI yakni dari Medan ke Padang Sidimpuan. Setelah menjalankan beberapa minggu, fikiran akan rindu dengan keluaraga terutama anak-anak selalu menghantui selama di kota salak itu. Selama ini saya yang tidak perduli dengan sosial media, akhirnya beranjak kefikiran untuk memakai media tersebut untuk mencari teman-teman kuliah yang berada di kota tersebut.
Media sosial yang pertama kali saya samperi  yakni Facebook, di media ini sering berseliweran FB Dewa Eka Prayoga yang sering menawarkan peluang-peluang usaha mulai dari bisnis affaliate buku sampai  produk-produk yang lain. Disamping itu setiap pulang dari kantor saya selalu berselancar unuk mencari peluang usaha, hari demi hari terus dan terus saya mencari.



Akhirnya saya tertarik dengan peluang usaha makanan frozen, nah pada saat itu saya mulai melirik yang namanya Donat Donita. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengunjungi web online nya. Saya mulai menjadi riseller dengan menjual produk andalannya yaitu donat.
 Bermula menjual di sekolah-sekolah, melalui teman-teman kantor dan orang-orang yang baru ditemui. Dari orang yang baru dikenal itu saya selalu membicarakan tentang enterpreunership. Selama masih bertugas dipekerjaan, model penjualan yang saya lakukan yaitu dengan mengunjungi toko ataupun swalayan-swalayan yang ada di daerah-daerah, seperti Kota Rantau Prapat, Indra pura dan daerah sekitarnya.

Tepat 17 Agustus 2016 saya memasang spanduk di depan rumah, pada hari itu juga saya cetuska awal berdirinya QOQOM PANCAKE DURIAN. Pada September 2016 saya memberanikan diri untuk menawarkan beberapa produk diantaranya Donat dari Donita, Pancake Durian dan Dimsum dari supplier yang berbeda. Alhamdulillah dari penawaran tersebut ke beberapa Swalayan diantarana Deco 100 Indra pura diterima, namun 2 minggu kemudian saya hampir putus asa dikarenakan penjualannya sangat jauh dari harapan ditambah lagi  bagian administrasinya sangat jutek. Namun karena dukungan dari keluarga akhirnya sabar untuk menunggu perkembangan penjualan disana. Alhamdulillah setelah berkelang satu bulan, penjualan pun semakin meningkat.
 Berselang satu bulan, kami memutuskan untuk menawarkan ke swalayan selanjutnya yaitu Deco 100 Kulatanjung, di tempat ini penjualan pun sangat meningkat. Berlanjut kami pun menawarkan Deco 100 Kebun Kopi.

Dalam hal ini penjualan di beberapa tempat mulai meningkat, namun tantangan baru mulai bermunculan, dari produk yang kami masukkan ke swalayan tersebut hanya satu produk yang penjualannya sangat tinggi yaitu Pancake Durian, produk yang lainnya yaitu Dimsum dan Donat banyak yang reture, dari sini saya memutuskan untuk konsen ke penjualan hanya pancake durian saja.

Tantangan selanjutnya adalah mengenai perizinan produk, karena kami mengambil dari supplier kami menceritakan tantangan tersebut kepada mereka, ternyata mereka tidak dapat menyanggupinya. Dalam kondisi seperti ini saya pun berfikir keras, karena pada saat itu posisi saya masih bekerja. Situasi ini akhirnya semakin memperbesar tekad saya untuk berhenti dari pekerjaan di KOPNUS Mitra PT. POS INDONESIA.

Saya sah berhenti dari pekerjaan yakni tepatnya tanggal 24 Maret 2017, setelah saya berhenti, saya bersama istri mulai aktif untuk membuat produk Pancake Durian, karena jika saya produksi sendiri perizinan seperti P-IRT dan izin HALAL MUI bisa saya urus, karena izin ini sangat diperlukan untuk salah satu syarat di swalayan yang sudah saya masukkan.

Dengan tekad yang kuat, akhirnya kami sudah dapat memproduksi pancake durian sesuai harapan, kemudian langsung kami daftarkan untuk perizinan seperti PIRT dan Halal MUI, walau dengan tantangan-tantangan pengurusannya, akhirnya sertifikat itu dapat kami peroleh. Semakin hari terus kami berinovasi untuk memproduksi makanan yang lain seperti Dimsum dan Kebab.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendampingan WUBI 3